SBY: Meski Pertumbuhan Ekonomi Dunia Lambat, Kondisi ASEAN Stabil

SBY: Meski Pertumbuhan Ekonomi Dunia Lambat, Kondisi ASEAN Stabil

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, keadaan ekonomi dunia cenderung bertumbuh lambat. Bahkan, International Monetary Fund memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan dari 3,4 persen menjadi 3,2 persen.

Meski begitu, kata SBY, kondisi perekonomian di Asia Tenggara cenderung stabil. “Kabar baiknya adalah, ekonomi ASEAN bisa berjalan dengan baik. Setiap negara saling berhubungan,” ujar SBY dalam acara “Feeding the Zone” di Djakarta Theater, Jakarta, Sabtu (14/5/2016).

Dengan kerja sama negara-negara ASEAN, diharapkan perekonomian tumbuh menjadi 4,7 persen.

SBY mengatakan, beberapa negara di ASEAN berhasil mencapai target pertumbuhan ekonomi, antara lain Myanmar, Laos, dan Vietnam. Bahkan, ASEAN mengungguli pertumbuhan ekonomi negara-negara di Eropa.

“Kami melihat ekonomi kita tumbuh lebih tinggi dari negara yang ada di Eropa, Amerika Latin, Rusia dan negara persemakmuran,” kata SBY.

Dalam kondisi perekonomian dunia saat ini, pertumbuhan yang lambat, rendahnya produktivitas, dan tingginya angka pengangguran akan menjadi tren untuk beberapa waktu.

Selain itu, kata SBY, saat ini hampir sebagian besar dari kekayaan dunia dimiliki oleh satu persen dari populasi.

SBY mengatakan, kondisi seperti ini dinamis dan masih bisa berubah. Masih ada sejumlah masalah dunia seperti pemilihan umum di Amerika Serikat, terorisme, dan pertumbuhan ekonomi China.

“Cukup sulit untuk membuat prediksi saat ini karena kita masih harus menghadapi beberapa permasalahan dunia,” kata SBY.

Kompas TVIndonesia Mampu Bersaing di ASEAN?

 

Comment

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY